Prof. Adjunct Dr. Marniati Serahkan 3.000 Paket Perlengkapan Sekolah untuk Siswa SMA dan Santri di Aceh Tamiang

Prof. Adjunct Dr. Marniati Serahkan 3.000 Paket Perlengkapan Sekolah untuk Siswa SMA dan Santri di Aceh Tamiang

BERITAINDATU.COM|TAMIANG – Di tengah upaya pemulihan pascabencana banjir yang masih dirasakan masyarakat Aceh Tamiang, sebuah inisiatif kemanusiaan lintas negara kembali menunjukkan wajah solidaritas. Prof. Adjunct Dr. Marniati, Ketua Yayasan Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) sekaligus tokoh pendidikan Aceh yang dikenal dekat dengan komunitas Malaysia, secara simbolis menyerahkan 3.000 paket perlengkapan sekolah kepada siswa SMA negeri/swasta serta santri pondok pesantren (Dayah) di kabupaten tersebut.

Bantuan ini berasal dari Tabung Amal Perlis dan Majlis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu Perlis (MAIPS), Malaysia dua lembaga amal di bawah naungan kerajaan negeri Perlis yang konsisten mendukung korban bencana di wilayah serumpun. Acara penyerahan berlangsung khidmat di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, disaksikan langsung oleh Bupati Aceh Tamiang, Konsul Jenderal Malaysia untuk Sumatera Utara, sejumlah pejabat daerah, kepala sekolah, guru, serta perwakilan siswa dan santri penerima manfaat.

Dalam sambutannya yang penuh haru, Bupati Aceh Tamiang menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian dari pihak Malaysia.

“Bantuan ini bukan sekadar barang, melainkan suntikan semangat bagi anak-anak kami yang sempat kehilangan akses pendidikan akibat banjir bandang. Kami sangat menghargai kerja sama ini sebagai wujud persaudaraan serumpun yang telah terjalin erat antara Aceh dan Malaysia selama ini. Semoga kolaborasi semacam ini terus berlanjut demi masa depan generasi muda,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Adjunct Dr. Marniati menekankan makna lebih dalam dari gerakan ini. “Perlengkapan sekolah hanyalah sarana; yang terpenting adalah menjaga api semangat belajar tetap menyala di dada anak-anak Aceh, meski badai bencana sempat menerpa. Perhatian dan kemurahan hati Raja Muda Perlis serta masyarakat Perlis merupakan bukti nyata bahwa ikatan darah dan budaya Melayu-Aceh tak pernah pudar. Ini adalah bentuk kasih sayang lintas batas yang harus kita jaga bersama,” tuturnya dengan nada mantap.

Lebih lanjut, beliau mengumumkan komitmen tambahan dari Yayasan Ubudiyah yang dipimpinnya, berupa beasiswa khusus bagi siswa terdampak banjir. Program ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga dan membuka peluang pendidikan tinggi bagi generasi muda Aceh yang berprestasi namun terhambat ekonomi pascabencana.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama serta doa bersama yang dipimpin oleh ulama setempat, memohon kelancaran proses belajar-mengajar serta pemulihan menyeluruh di Aceh Tamiang. Ribuan paket yang disalurkan terdiri dari buku tulis, alat tulis, tas sekolah, dan kebutuhan dasar lainnya diharapkan menjadi pijakan awal bagi para pelajar untuk kembali ke bangku sekolah dengan penuh semangat, serta membangun masa depan yang lebih cerah bagi daerah.

Kepedulian seperti ini bukan hal baru bagi Prof. Marniati, yang melalui berbagai platform termasuk Partai Perjuangan Aceh (PPA) dan jaringan akademik internasional telah lama aktif dalam advokasi pendidikan dan bantuan kemanusiaan di Aceh. Kolaborasi dengan mitra Malaysia ini semakin memperkuat narasi bahwa pendidikan adalah jembatan terkuat antarbangsa serumpun.[]

Kongsi ke Media Sosial:

Paling Terkini

Semak Agihan

Semak Kutipan

Mohon

Bayar

Skip to content
This site is registered on wpml.org as a development site. Switch to a production site key to remove this banner.